Info Qnet Ora Umum – Fantastis! Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong

Bagaimana mengecek apakah bisnis Qnet Ora umum adalah bisnis investasi bodong

Akibat investasi bodong yang menyebar ini, masyarakat banyak mengalami kerugian bukan lagi angka yang kecil, jumlah kerugian masyarakat setidaknya Rp 105,80 Triliun hilang karena investasi bodong ini.

Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 2007-2017, temuan sudah terjadi dan jumlahnya sangat besar itu.

Jumlah itu saja di katakan Tobing masih bisa bertambah lagi, karena akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mulai melaporkan usaha kegiatan investasi-investasi bodong ini kepada pihak OJK atau ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk bisa menghentikan investasi illegal ini, agar masyarakat tidak di bikin susah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab

Menurut Tongam dalam satu diskusi di Jakarta, korbannya kebanyakan itu menengah dan menengah ke bawah.

Dalam hal ini juga Tongam menjelaskan berbagai trik yang dilakukan oknum investasi bodong untuk menarik korbannya, misalnya janji imbal hasil yang menggiurkan serta meniru system multi-level marketing (MLM).

Kenali perbedaan bisnis MLM sah, MLM abal-abal dan Money Game

Janji imbal balik ini, Tongam menyebutkan bahwa oknum pelaku biasanya menunjukkan keuntungan besar yang bisa diperoleh dalam waktu singkat. Pelajari lebih seksama ketika Anda ingin memulai bisnis. Jangan sampai modal yang Anda punya hilang karena tergiur bisnis penipuan.

Investasi bodong ini mirip dengan cara yang dilakukan perusahaan Dream For Freedom (D4F) menawarkan kentungan 1 persen setiap hari.

Sepanjang 2017 pihak OJK telah menemukan 48 usaha llegal yang berpeluang merugikan masyarakat. Mereka telah dilarang beroperasi oleh OJK.

Dan inilah modus-modus yang baru mari kita belajar bersama-sama untuk bisa jauh diri kita dari investasi illegal ini.

Info Qnet Penipuan – Masyarakat Belum Melek Keuangan Ini Akibatnya

Banyak bisnis dan usaha legal dan sah dibilang penipu, sedangkan yang menjual janji manis banyak dipilih masyarakat awam

Beberapa waktu lalu media diramaikan oleh pemberitaan korban investasi bodong mulai dari First Travel hingga TalkFusion. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masyarakat yang belum “melek” keuangan dan investasi yang sehat menjadi sebab penipuan investasi bodong sangat leluasa berkeliaran dan menjerat korbannya.

Menurut Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sardjito, banyak masyarakat Indonesia belum paham yang disebut “produk keuangan”.

Tentunya kita tidak suka jumlah itu, yang tidak didasari oleh pengetahuan yang memadai.

OJK sungguh-sungguh berupaya mendorong masyarakat untuk “melek” tentang keuangan dan inklusinya.

Bahkan setiap tahun OJK juga sudah meluncurkan buku berisi informasi tentang produk layanan keuangan ke berbagai sekolah di Indonesia. Di samping juga kunjungan langsung untuk menggelar sosialisasi, “Ini salah satu upaya OJK untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” Sardjito menambahkan.

Lebih jauh lagi OJK juga menjadi koordinator Tim Satuan Petugas yang secara rutin mengumumkan nama-nama perusahaan investasi yang belum punya ijin maupun yang dicabut ijin kerjanya.

Dari penelitian yang dilakukan OJK tahun lalu, tingkat pemahaman masyarakat tentang keuangan baru 29,7 persen. Namun meskipun tidak paham, banyak orang berani masuk menjadi konsumen jasa keuangan tersebut.

Di kalangan perempuan, tingkat literasi keuangan perempuan di Indonesia malah lebih rendah lagi. Hanya mencapai hanya 25,5 persen dengan tingkat inklusi 65 persen. Sedangkan tingkat inklusi keuangan masyarakat di Indonesia yang sudah mencapai 67,8 persen. Padahal di banyak keluarga Indonesia para ibu justru punya otoritas dominan dalam mengatur keuangan.

Maka dari itu, Sardjito menambahkan bahwa peningkatan literasi merupakan hal penting. “Apalagi pemerintah ingin tingkat inklusi keuangan pada 2019 mencapai 75 persen. Jadi jangan gampang percaya dengan orang yang belum jelas izin usahanya, karena ujung-ujungnya kerugian akan ditanggung diri sendiri,” tandasnya.

Salah satu nya yang sering diberitakan sebagai investasi bodong adalah Qnet Penipuan. Walaupun bisnis ini telah berdiri sejak tahun 1998 hingga kini dengan mitra bisnis yang semakin luas dan dikenal serta diakui dunia Internasional, nyatanya banyak yang masih awam dengan bisnis Qnet ini.