Info Qnet Penipuan – Masyarakat Belum Melek Keuangan Ini Akibatnya

Banyak bisnis dan usaha legal dan sah dibilang penipu, sedangkan yang menjual janji manis banyak dipilih masyarakat awam

Beberapa waktu lalu media diramaikan oleh pemberitaan korban investasi bodong mulai dari First Travel hingga TalkFusion. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masyarakat yang belum “melek” keuangan dan investasi yang sehat menjadi sebab penipuan investasi bodong sangat leluasa berkeliaran dan menjerat korbannya.

Menurut Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sardjito, banyak masyarakat Indonesia belum paham yang disebut “produk keuangan”.

Tentunya kita tidak suka jumlah itu, yang tidak didasari oleh pengetahuan yang memadai.

OJK sungguh-sungguh berupaya mendorong masyarakat untuk “melek” tentang keuangan dan inklusinya.

Bahkan setiap tahun OJK juga sudah meluncurkan buku berisi informasi tentang produk layanan keuangan ke berbagai sekolah di Indonesia. Di samping juga kunjungan langsung untuk menggelar sosialisasi, “Ini salah satu upaya OJK untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” Sardjito menambahkan.

Lebih jauh lagi OJK juga menjadi koordinator Tim Satuan Petugas yang secara rutin mengumumkan nama-nama perusahaan investasi yang belum punya ijin maupun yang dicabut ijin kerjanya.

Dari penelitian yang dilakukan OJK tahun lalu, tingkat pemahaman masyarakat tentang keuangan baru 29,7 persen. Namun meskipun tidak paham, banyak orang berani masuk menjadi konsumen jasa keuangan tersebut.

Di kalangan perempuan, tingkat literasi keuangan perempuan di Indonesia malah lebih rendah lagi. Hanya mencapai hanya 25,5 persen dengan tingkat inklusi 65 persen. Sedangkan tingkat inklusi keuangan masyarakat di Indonesia yang sudah mencapai 67,8 persen. Padahal di banyak keluarga Indonesia para ibu justru punya otoritas dominan dalam mengatur keuangan.

Maka dari itu, Sardjito menambahkan bahwa peningkatan literasi merupakan hal penting. “Apalagi pemerintah ingin tingkat inklusi keuangan pada 2019 mencapai 75 persen. Jadi jangan gampang percaya dengan orang yang belum jelas izin usahanya, karena ujung-ujungnya kerugian akan ditanggung diri sendiri,” tandasnya.

Salah satu nya yang sering diberitakan sebagai investasi bodong adalah Qnet Penipuan. Walaupun bisnis ini telah berdiri sejak tahun 1998 hingga kini dengan mitra bisnis yang semakin luas dan dikenal serta diakui dunia Internasional, nyatanya banyak yang masih awam dengan bisnis Qnet ini.