Info Qnet Indonesia – Masyarakat Perlu Waspadai Investasi Bodong

Qnet Indonesia termasuk daftar Investasi Bodong?

Sebenarnya masyarakat mudah mengenali penipuan berkedok investasi dari imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan biasanya tidak masuk akal. Namun justru itu yang membuat banyak orang mudah tertarik dan terjebak. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing memberi penjelasan, mereka tidak punya izin usaha penawaran produk atau investasi sehingga ada peluang merugikan masyarakat.

Yang sudah diidentifikasi sebagai investasi bodong oleh OJK, antara lain PT Ayudee Global Nusantara, PT Indiscub Ziona Ripav, PT Monspace Mega Indonesia, PT Raja Walet Indonesia (Rajawali), CV Usaha Mikro Indonesia, IFC Martkets Corp, Tifia Markets Limited, Alpari. Kemudian Forex Time Limited, FX Primus ID, FBS-Indonesia, XM Global Limited, Ayrex, Helvetia Equity Aggregator, PT Bitconnect Coin Indonesia (Bitconnect), Ucoin Cash.

Lalu ada ATM Smart Card, The Peterson Group, PT Grand Nest Production (PT GNP Corporindo), PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS Group), dan PT Maju Aset Indonesia.

OJK segera melakukan klarifikasi

Sedangkan PT. Qnet Indonesia bukan dan tidak pernah menyatakan diri sebagai perusahaan investasi. Qnet Indonesia adalah perusahaan yang punya ijin resmi dari Kementerian Perdagangan RI sebagai bisnis penjualan langsung, yaitu Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) Nomor 3/1/SIUPLT/PMA/PERDAGANGAN/2013. Selain itu QNET juga merupakan anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dengan Nomor 0167/06/15. Sebagai perusahaan penjualan langsung QNET menawarkan peluang bisnis yang bagus untuk orang yang suka bekerja keras dan bekerja cerdas. Begitu juga dengan grup yang berada di bawah naungan Qnet, yaitu Qnet Ora Umum dan Amoeba Internasional.

Qnet sebagai perusahaan penjualan langsung, bukan merupakan perusahaan investasi ponzi, karena ada produk yang dijual dan bukan merupakan money game. Salah satu produk yang sangat laku di Indonesia dan luar negri adalah Biodisc Amezcua 2. Baca info nya.